Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Home
Welcome
Jul 29, 2005

Posted by SajamaCut on Jan 16, '09 3:47 AM for everyone
Start:     Mar 1, '09 07:00a
Location:     Al Azhar BSD

Posted by SajamaCut on Jan 16, '09 3:46 AM for everyone
Start:     Jan 29, '09 4:00p
Location:     Cityloft Sudirman

Posted by SajamaCut on Jan 16, '09 3:44 AM for everyone
 
Indopendent
Keep It Simple Stupid #26 : Sajama Cut

SAJAMA CUT

“kayaknya enak aja punya nama yang orang gak ngerti artinya,

yang gak akan mengkotakkan kita ke sebuah genre aja…”

 

Menembus kemacetan Jakarta yang panas, kami berusaha untuk menuju salah satu kampus ternama di Jakarta Raya. Setelah celingak-celinguk dan telpon-telponan, akhirnya kami berhasil menemukan keberadaan grup band kandang sendiri yang penuh prestasi, Sajama Cut. Here they are, Marcell yang tukang cuap-cuap di depan mic sambil mencabik gitar, Dion dengan petikan gitarnya yang menghanyutkan, Andre dengan pijatan-pijatan syahdunya pada tuts papan kunci, Banu sang tukang gebuk drum, serta Randy yang suka betotin senar bass. Lima sekawan ini menghasilkan nada harmonis nan melodius dalam balutan indie rock yang menghanyutkan.

 

Terlahir sejak 2001, rocker komoditi lokal ini terhitung sering gonta-ganti personil. Marcell Thee selaku punggawa utama sekaligus pendiri band asal Jakarta ini punya pendapat tentang tersebut, “Bisa dibilang anggota tetap Sajama Cut adalah musiknya. Jadi musik itu dibawa kemana dan diperluin kepribadian yang kayak gimana untuk memainkannya. Tapi gak ada unsur diktator yang gimana-gimana” tutur Marcell yang diiringi senyum manis Dion dan Andre. Hmm…ceritanya mengusung prinsip berubah-rubah tetapi tetap satu nih ceritanya.

 

Nama, “Sajama Cut” sendiri punya arti yang cukup simple, “kayaknya enak aja punya nama yang orang gak ngerti artinya, yang gak akan mengkotakkan kita ke sebuah genre aja,” Marcell bertutur. Selidik punya selidik, nama Sajama itu sendiri ternyata adalah nama sebuah puncak tertinggi di . “Ada juga yang bilang kalo nama Sajama itu diambil dari nama Dewa yang disembah di sana, jadi ibaratnya titisan Dewa lah!,” tambah Andre.

 

Album baru, setelah sukses dengan album keduanya, “The Osaka Journals” pada tahun 2005, Juni tahun ini mereka merilis album ketiga yang bertitel. “L’Internationale”. Well…sebenernya sih ini gak totally album mereka sendiri. Seluruh materi yang ada di sini adalah remix dari album mereka sebelumnya. Yang bikin keren, remix itu dibikin sama temen-temen musisi mereka baik lokal maupun internasional. Mulai dari Jogja sampe ke . “Prosesnya sih gak susah, tapi emang makan waktu,” Marcell menjelaskan. Sebagai bocoran, Sajama Cut bakal ngeluarin album baru di awal tahun 2009. “Materi-materinya baru banget, yang beda banget sama yang kemarin,” ujar Andre setengah berbisik. “Yup…bakal ada surprise dari Sajama Cut,” sambung Dion.

 

Mau berbuat apa? sebagai band indie, Sajama Cut punya mimpi bisa membuat orang bisa ngerasain apa yang mereka rasain waktu pertama kali denger band-band yang menginfluence mereka. Marcell berkisah, “kalo gue pribadi yang waktu pertama kali dengerin Nirvana. Bukan cuma ini musik bagus, bukan itu, tapi itu kayak cabang hidup gue. Ini udah ngubah hidup gue”. Well…semoga sukses mengubah hidup orang lain bung. Provoke! mendoakan..


Posted by SajamaCut on Jan 16, '09 3:40 AM for everyone

 
MizzGosip
5 Tanya: Sajama Cut
Bagaimana ceritanya sih, kalian bisa kerjasama dengan musisi internasional?
Marcel
(lead vocal, founder): Gue kenal dengan beberapa remixers itu, seperti YMCK dari Tokyo. Sebenarnya kami sudah lama punya ide untuk featuring dengan orang asing. Pasti seru dan rasanya bagus untuk menjadi jembatan ke album yang berikutnya. Kemudian, gue kontak YMCK dan dia setuju untuk me-remix satu lagu kami, Nemesis. Terus, dia rekomandasikan beberapa temannya dan temannya juga rekomendasiin orang lain. Jadilah, cukup banyak yang ikutan di album L’Internationale ini.
Yang me-remix lagu-lagu di sini kan musisi lain. Apa yang bikin album ini tetap bisa disebut album Sajama Cut?
Ini tetap album Sajama Cut karena materi-materi yang mereka pakai adalah lagu-lagu kami yang berasal dari album kedua, The Osaka Journals, tahun 2005. Yah, seperti yang pernah dilakukan oleh Bloc Party lewat album Silent Alarm Remixed. Itu kan tetap termasuk dalam daftar album mereka. Di album ini kami cuma ngasih masterfile-nya dan memberikan kebebasan kepada mereka untuk menginterpretasi musiknya. Toh, musik mereka beda sama kami. Jadi, kami nggak bisa bilang, “Lo harus bikin begini, ya.” Mereka nggak bakal mau.
Di album ini personil Sajama Cut ganti lagi, cuma Marcel yang jadi personil tetap. Kok, di setiap album ganti-ganti personil melulu?
Marcel: Gue rasa formasi sebuah band itu ada batasannya supaya nggak bosan. Biasanya, band lain melakukan featuring agar nggak bosan. Tapi, bukan berarti personil lain cuma backing band, karena gue juga pengin dapat input dari Randy (bass), Andre (keyboard), Dion (gitar) dan Banu (drum). Mereka penting dan gue juga pengin mereka disorot. Misalnya, orang tahu kalau drummer kami mainnya jago atau gitaris kami yang asyik mainnya. Tahu, Nine Inch Nails? Nah, kira-kira seperti itulah band ini.
Sajama Cut kan sudah mengeluarkan Dua full album, satu EP dan beberapa kali masuk dalam album kompilasi, album soundtrack, kemudian album remix ini. Tapi, musik kalian semakin meng-indie dan segmented. Nggak pengin melebarkan komunitas pendengar?
Kami sih, mau saja. Tapi, untuk usaha mati-matian ke arah situ, kayaknya bukan karakter kami. Maksudnya, kalau harus promosi gila-gilaan seperti yang dilakukan band pada umumnya, nggaklah. Apalagi, kami tahu dengan materi seperti ini, menjadi terkenal banget dan jadi artis itu pasti susahlah. Lain cerita kalau kami mengubah materi menjadi lagu cinta-cintaan. Itu baru masuk akal. Sejalannya saja, sih. Kalau memang banyak yang suka, yah suka. Kalau nggak, yah nggak apa-apa, silahkan cari yang lain. Namun, kami juga nggak munafik. Kalau kami jadi terkenal, yah sudah. Dari awal kami buat musik ini bukan untuk disukai tapi untuk diri sendiri saja.
Wuih... Bukan karena takut terjun ke industri musik mainstream, kan? Hehehe....
Kami nggak takut. Bahkan, berani setengah mati. Kalau kami takut dengan industri musik, harusnya malah bikin musik yang semua orang suka atau komersil. Dan yah... Itu nggak susah. Menurut  kami, kalau mau bikin album komersil, di luar saja. Di Amerika, mau bikin album komersil itu susahnya minta ampun. Yang terkenal seperti Kanye West dan Common, kualitas musiknya—meskipun pop—itu bagus banget. Sedangkan di sini, sepertinya nggak susah bikin album komersil. Sementara kami memilih untuk melakukan sesuatu dengan tidak gampang.

Posted by SajamaCut on Nov 26, '08 9:39 AM for everyone
http://wastedrockers.wordpress.com/2008/10/27/interview-with-sajama-cut/
 

Interview with Sajama Cut…

•October 27, 2008 • Comments

1. Selamat yah atas perilisan album L’ Internationale! Di mata saya Sajama Cut adalah band yang konseptual, karena di setiap album, konsep musikalnya selalu berubah-rubah… Hal ini apakah memang sudah direncanakan dari awal?

Direncanakan sih enggak, tapi gue pribadi selalu menganggap kalau sebuah “band” atau pekerja seni dalam bentuk apapun - secara otomatis terus ber-progress, baik secara konseptual ataupun musikal. Gue sadar bahwa selalu ada ekspetasi dari pendengar mengenai konsistensi “fisik” sebuah band. Tapi selama gue menulis apa yang terasa “natural” buat gue, gue yakin semua output kita akan terasa ke-Sajama Cut-annya. Lagipula melakukan hal yang sama terus menerus itu membosankan bukan?

2. Mengapa lebih memilih merilis album-remix, dibandingkan merilis album dengan lagu-lagu baru?…

Sebenarnya album remix ini sudah lama direncanakan, tapi karena beberapa hal jadi sedikit tertunda. Lagu-lagu baru kita sudah siap, dan bahkan kita sebenarnya sudah berencana untuk merilis album sekitar Juli lalu, tapi materi-materi yang kita telah selesaikan kurang memuaskan kita secara pribadi. Jadi 3 bulan terakhir kita telah masuk kembali ke Movement studio milik kita, dan mulia menulis sekitar 15 materi baru. 9 diantaranya yang telah kita tentukan akan masuk ke album baru Sajama Cut.

3. Proses pembuatan album ini memakan waktu berapa lama?

Album remix? Sektiar 1 tahun lebih mungkin. Tapi harus diingat bahwa pengerjaannya lebih banyak dilakukan oleh teman-teman kita yang me-remix lagu-lagu tersebut. Setelah semua selesai sekitar pertangahan tahun ini, kita mulai mastering yang memakan waktu kira-kira seminggu. Lagi-lagi di studio Movement. Sebenarnya semua sudah siap dirilis pertengahan awal tahun ini, tapi gue mendapat ide untuk mengontak beberapa video artist untuk ikut mengkontribusikan ide-ide visual mereka untuk remix-remix ini.

4. Mengapa tidak ada materi dari album Apologia yang diremix? Menurut saya materi-materi dari album tersebut asyik juga apabila diremix…

Pertama, karena masternya sudah hilang entah kemana. Harus diingat waktu pembuatan Apologia, kita masih jauh lebih muda dan cuek soal pembenahan file-file penting. Sebenarnya, sekarang kita sedang melempar-lempar ide mengenai merekam secara live beberapa lagu Apologia dengan formasi baru ini, karena bulan-bulan terakhir kita sempat memainkan beberapa lagu dari Apologia, dan terus terang, emosinya masih cukup terasa juga. Belum asing. Mungkin setelah album baru nanti.

5. Apakah ada niatan untuk membawakan lagu-lagu remix di album L’ Internationale secara live?

Secara elektronik rasanya tidak. Mungkin ada beberapa pengaruh yang masuk ke aransemen-aransemen live, tapi untuk membawakan satu full-set elektronik kurang menarik bagi gue. I dunno. Ada beberapa teman DJ gue yang mulai memasukan remix-remix ini ke set mereka. Gue yakin terdengar absurd lagu SC terhimpit antara Beyonce, Does it Offend You Yeah? dan DJ Shadow di sebuah club di Berlin.

6. Lagu remix favorit kalian di album ini?…

Gue pribadi, The Karl Maka remix, keduanya. Tentu saja YMCK juga bukan main dalam me-remix sebuah lagu, dan tetap menaruh “stamp” khas YMCK ke remix-annya.

7. Ada rencana tur ke daerah-daerah untuk mempromosikan album ini?

Tampaknya tidak. Kita sudah langsung konsentrasi ke materi-materi berikutnya. Dan lagipula, kita juga akan merilis dua EP lagi dari album remix ini, satu melalui labelnya Wok, Yes No Wave, dan satu lagi melalui Shining Records, net-labelnya Eric. Setelah itu, kita juga memiliki banyak projek baru yang mudah2x-an bisa dirilis awal 2009, sebelum/sesudah, atau seiringan dengan album baru. Gue denger banyak orang yang menanyakan ke mana aja SC. Semoga tahun depan kita bisa menunjukan bahwa hibernasi kita ada alasannya. Long live the king, the king is dead!!!… - Dede




Posted by SajamaCut on Nov 26, '08 9:09 AM for everyone
 
L'Internationale, Album Remix Sajama Cut
Saturday, 18 October 2008
Komentar artikel 
sajama cutSajama Cut, band indie beraliran  folk/rock asal Jakarta hadir kembali dengan album remix yang melibatkan puluhan musisi/produser/video-artist mancanegara. Album remix yang diberi titel L’Internationale ini merupakan versi remix dari album mereka sebelumnya, The Osaka Journals.

Tidak main-main, album remix ini diisi oleh lebih dari 20 musisi internasional seperti The Karl Maka, band electro/pop asal Singapura, Boy vs Bacteria dari Swedia, Arcadecoma dari Inggris, Sintecoraz dari Venezuela dan tak ketinggalan musisi Jepang yang akrab dengan sound khas nintendo mereka, YMCK. Tak hanya itu, sejumlah musisi Indonesia pun ikut meramaikan album remix milik Sajama Cut ini, seperti Henry Foundation a.k.a Batman, vokalis dari Goodnight Electric, Hello Stereo dari Semarang dan Cacat Nada dari Yogyakarta.

Mengapa band yang pernah mengisi soundtrack untuk film Janji Joni dan Foto, Kotak, Jendela ini membuat album remix dan apa yang menyebabkan mereka membuat album ini ketimbang merampungkan album ke 3?

Coba simak obrolan dengan Marcel, vokalis/gitaris/front-man Sajama Cut berikut ini :

Pertanyaan standar, kenapa titelnya mesti L'Internationale?
Karena ini adalah sebuah projek dengan skala global, dan kita mendapat banyak bantuan dari teman-teman ïnternasional kita. Just sounded like a good simple and to-the-point title. Tidak ada tendensi sosialisnya. Suatu  hari nanti, kita mungkin bisa bekerja sama dengan teman-teman dari planet lain dan merilis album berjudul L'Úniversale.

Sajama Cut kan juga sempat mengeluarkan EP remix yang berisi 4 lagu  kenapa mesti mengeluarkan 2 kali album remix ?
Ep The Nemesis dan EP baru kita Night Music (1923) lebih ditunjukan untuk kolektor-kolektor, seperti kita sendiri, yang lebih berjiwa old school dan suka membeli sesuatu yang lebih eksklusif dan berunsur limited. Era Mp3 download membuat hal-hal seperti menghargai sleeve art dan unsur fisik sebuah album agak berkurang, dan EP-EP ini adalah sedikit usaha kita untuk mengembalikan hal-hal itu.
 
Kenapa mesti remix ? kenapa ga fokus ke album ke 3 aja dulu?
Sebenarnya idenya sudah lama, tapi karena beberapa hal jadi agak terunsur dan baru bisa dirilis sekarang. Dalam jangka waktu itu, kita juga tetap kok, mengerjakan materi-materi album terbaru kita. Album ke 3 sudah hampir rampung, dan mudahan bisa dirilis awal 2009. Album remix ini juga bisa menjadi jembatan menuju album ketiga nanti.
 
sajama cutGimana ceritanya Batman Goodnight Electric, Cacat Nada, dan Hello Stereo bisa ikutan dalam remix ini?
Simple. Kita ajak mereka, dan mereka bilang okey. kita fans besar dari banyak musik-musik elektronik lokal, dan mereka ini adalah raja-rajanya dari scene tersebut! Gue penggemar berat dari scene chiptune lokal yang lagi kenceng-kencengnnya.
 
Album ini kan sudah lumayan lama digembar-gemborkan yah, kenapa baru rilis sekarang-sekarang ini?
Banyak alasan yang gak cukup menarik untuk diceritakan. Yang paling utama adalah kita mencari opsi terbaik untuk merilis nya, dan itu sedikit makan waktu, karena ada beberapa pilihan yang bisa kita jalani, tapi akhirnya kita memutuskan untuk merilis saja via label kita sendiri The Bronze Medal Recording Company, dengan bantuan distribusi dari teman-teman di Aksara Records.
 
Okay, sejauh ini gimana reaksi pendengar Sajama Cut tentang L'internationale?
Bagus sekali. Sudah banyak sekali email yg kita terima mengenai remix-remixnya. Sebelum dirilis juga sudah banyak orang yang komentar dan meng-hype tentang single dari YMCK remix dan Boy vs Bacteria. Dan banyak yang minta tips tentang bagaimana cara yang baik untuk bekerjasa dengan musis-musisi dan seniman internasional. Our advice is just to go for it!

Karena ini album yang melibatkan banyak musisi internasional, apakah distribusinya juga  internasional? Kalau iya, sudah sampai mana saja?
Kita sedang berbicara dengan beberapa label di luar. We'll see how that goes. Untuk sekarang kita sudah sibuk rekaman album terbaru kita.
 
Sewaktu lo membuat rencana untuk membuat album remix ini, apakah sudah kepikiran nama-nama musisi yang akan mengisi album remix itu ? Dan kalau berandai-andai, ingin di-remix sama siapa selain yang udah ada di album itu off course!
Sudah ada beberapa musisi, seperti YMCK, dan Sawako yang gue pribadi suka. Gue akan sangat excited kalo kita bisa di-remix oleh Black Dice, atau mungkin Panda Bear dari Animal Collective, Liars dan Brooklyn. Dan kalau boleh berandai-andai, mungkin Kraftwerk. Why not?

Sebagai info, album L'Internationale ini bisa didapatkan di toko buku Aksara dan beberapa toko musik seperti Duta Suara. Sajama Cut juga melayani pemesanan lewat email yaitu di info@sajamacutband.com. Kabarnya mereka juga menyiapkan sejumlah poster untuk pemesanan lewat email lho, jadi tunggu apa lagi? (Rez)

Posted by SajamaCut on Oct 7, '08 3:16 AM for everyone
L' INTERNATIONALE sudah dapat dibeli di Aksara Bookstore, distro-distro, dan lokasi-lokasi seperti biasa. Untuk list distribusi yg terupdate bisa dilihat di www.myspace.com/sajamacut atau www.sajamacutband.com
 
Dapat juga dibeli via mail order dengan mengirim email ke info@sajamacutband.com
dengan subjek: Internationale
Harga: 30.000 rb + ongkos kirim
 
Sample-sample lagu bisa di Download di www.myspace.com/sajamacut atau www.musikator.com/sajama-cut
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
PRESS RELEASE: L’INTERNATIONALE: Sajama Cut remix album

Hampir tiga tahun setelah merilis album The Osaka Journals, Sajama Cut kembali dengan format presentasi audio yang orisinil dan unik. L’Internationale, sebuah album remix yang memberikan pengertian baru bagi frase “globalisasi”.

Lebih dari dua puluh musisi/produser/video-artist dari berbagai Negara me-remix lagu-lagu dari The Osaka Journals dengan kebebasan interpretasi yang mencakup berbagai format musik electronica dan visual. Termasuk di antaranya; digitalisasi musik pop-electronic oleh Henry Foundation dari Goodnight Electric, kehangatan produksi IDM dari musisi eksperimental asal New York (Sawako), nuansa nostalgia chiptune/8-bit dari YMCK, Sintecoraz, dan Boy Vs. Bacteria, unsur machismo industrial-electronica yang diberikan oleh Detong dari Ceko dan Brain dari Italia, sampai nuansa retro new wave ‘80-an The Karl Maka dari Singapura.

Mereka yang terlibat berasal dari, antara lain; Prancis, Inggris, Venezuela, Jepang, Singapura, Italia, Amerika Serikat, Luksemburg, Yunani, Jerman, Skotlandia dan Indonesia. Serta 3 video musik dari visual-artist internasional; Raquel Meyers dari Madrid, Spanyol, yang membuat video untuk “Fin (VGO remix)” menggunakan visual 8-bit yang sesuai, David Horvitz, dokumentarian resmi band eksperimental ternama Xiu Xiu asal Brooklyn, New York, dan Hiroko Kosugi, seniman Jepang yang sedang menimba ilmu di London, Inggris, yang memvisualisasikan video untuk “Nemesis/Murder (YMCK mix)” dengan stop-motion menggunakan medium charcoal (arang).

L’Internationale mengumpulkan berbagai interpretasi dari seniman-seniman ini menjadi sebuah koleksi yang variatif, tanpa menghilangkan nuansa melankolis Sajama Cut yang familiar.

DAFTAR LAGU:

1.    “Season Finale” Boy Vs. Bacteria (Stockholm, Swedia)
2.    “Fin” Sintecoraz (Karakas, Venezuela)
3.    “Kyoto” The Karl Maka (Singapura, Singapura)
4.    “Nemesis/Murder” YMCK (Tokyo, Jepang) Download
5.    “Scarlet” Pu King Dinnerguest (Oslo, Norwegia)
6.    “Fin” Video Game Orchestra (Athena, Yunani)
7.    “Fallen Japanese” Henry Foundation (Jakarta, Indonesia)
8.    “Seasons”:
I.    The Karl Maka (Singapura, Singapura)
II.    202 Project (Saint-Etienne, Prancis)
III.    Super Multifaros (Swedia)
IV.    Detong (Praha, Republik Ceko)
9.    “Idol Semen” R.E.A.D.Y. DOT (Luksemburg)
10.    “Fin” Brain (Italia)
11.     “Lagu Tema” Cacat Nada (Yogyakarta, Indonesia)
12.     “Fallen Japanese” Tokay Tokek (Roermond, Belanda)
13.     “Alibi” Arcadecoma (Edinburgh, Skotlandia)
14.     “Take Care, Inamorata” Hello Stereo (Semarang, Indonesia)
15.     “Fallen Japanese” Troncolon (New York, Amerika Serikat)

Enhanced CD (Music Videos):

1.    “Fin (VGO mix)” oleh Raquel Meyers (Madrid, Spanyol)
2.    “Nemesis/Murder” oleh Hiroko Kosugi (Jepang)
3.    “Fallen Japanese (Sawako mix)” oleh David Horvitz (New York, Amerika Serikat)

Untuk info lebih lanjut (Press Kit, rekuest Interview/ artikel/ samples, Bukan Mail Order): Eric at 0856 232 9958. Jangan REPLY email ini.
 


Posted by SajamaCut on Sep 10, '08 2:54 AM for everyone
Start:     Sep 10, '08 9:00p
Location:     OZ radio
Live interview & performance at OZ FM

Posted by SajamaCut on Sep 10, '08 2:52 AM for everyone
From http://www.mellonzine.com/2008/09/interview-sajama-cut-ini-snowballing.html

Somehow, saya memperoleh kesempatan untuk melakukan wawancara dengan Sajama Cut. Urgensi utamanya tentu saja berkaitan dengan perilisan The Internationale, album remix Sajama Cut yang berisi hasil remix The Osaka Journals oleh musisi dari manca negara. Tidak banyak band di negeri ini yang bisa membuat hal serupa. Mostly, we've talked about The Internationale, walau ada juga tentang Maria Ozawa sebagai Samsons-nya dunia AV, dan boyband metal yang datang ke Indonesia, belakangan ini. Jawaban di bawah dijawab oleh Marcel, untuk Sajama Cut. Just check them out!


Hello Sajama Cut, apa kabar?
Baik-baik. Thanks.

Sajama Cut selama ini kemana saja, kok jarang sekali ada kabarnya?
Sekitar ½ tahun setelah kita merilis The Osaka Journals, kita mulai proses pre-produksi untuk materi-materi baru yang memakan proses yang cukup lama. Terutama karena kita berusaha memfilter jumlah materi awal, yang sekitar 30 lagu menjadi 10 lagu yang akhirnya direkam. Kita juga banyak melakukan projek-projek lain, seperti album remix dan kolaborasi video-video art dengan beberapa teman kita seperti David Horvitz dan Raquel Meyers. Banyak juga proses lain yang akan kita keluarkan tahun depan.

Siapa aja formasi lengkap Sajama Cut sekarang?
Formasinya : Marcel (Vokal, gitar), Dion (Gitar), Randy (Bass), Andre ( Keyboards), dan  Banu (Drum).

Gimana ceritanya bisa sampai berubah formasi jadi seperti sekarang ini?
Konsep Sajama Cut memang lebih ke arah revolving door; dimana banyak terjadi perubahan sesuai dengan musik yang dibuat. Buat kita yang penting adalah musiknya. And if that means; me not appearing in a song, or Dion not playing guitar, or Banu not playing the drums, etc, than so be it. Yang penting adalah kita selalu mencari cara supaya lagunya direpresentasikan sebaik mungkin. Kita bebas dari limitasi-limitasi yang muncul dari sekelompok individu yang konstan dan statis. Karena bagaimanapun harus diakui, 4 atau 5 atau 6 orang yang sama memiliki batas-batas musikal tertentu. Karena itu kita sering melihat band-band, bahkan dimana semua anggotanya brilian seperti The Beatles, Velvet Underground, etc, tetap berkolaborasi dengan pihak lain. Dengan SC, kita selalu dalam sebuah kolaborasi.

Hmmm.... dengan begini apa sajama cut itu semacam proyek-nya Marcel sendiri? kan yang tersisa dari formasi lama cuma Marcel?
I guess so. Tapi itu membuat nya terdengar seperti projek ego, dan buat gue itu lebih ke projek tanpa batas. Jadi kalau, misalnya, di album berikutnya; lagu-lagunya lebih bagus tanpa vokal atau permainan keyboard atau gitar gue, then so be it. Maksudnya, gue gak mengejar nama gue supaya selalu muncul di kredit album. Jadi lebih memaksimalkan materi aja.

Oke, tapi apa nggak jadi susah identifikasi diri band-nya sendiri?
Yeah, I see what you mean. Gue rasa kita melakukan ini dengan keyakinan bahwa benang merahnya selalu ada. Mungkin karena yang buat lagu selalu sama, atau mungkin karena motif kerja kita mempunyai ciri tertentu. Contohnya, gue rasa kalau orang dengerin Apologia lalu The Osaka Journals, di luar perbedaan "fisik" nya, jelas terasa nuansa Sajama Cut nya. Basis nya masih penulisan lagu pop tradisional, cuma di bungkusnya selalu berbeda.

Sajama Cut nih ke depannya bakal marked as band-nya Marcel dong jadinya. Sama kayak Netral adalah band-nya Bagus misalnya...
Mungkin juga. Gue selalu berusaha supaya orang melihat SC sebagai sebuah kolektif, dibanding projek ego-nya 1 orang. Tapi gak tau juga, band yang sekarang punya potensi dan chemistry sangat bagus, dan anak-anaknya juga punya potensi besar untuk menulis lagu dan kontribus materi. Kita lihat aja nanti.

Oke, pertanyaan besarnya adalah, kenapa Sajama Cut membuat album remix ini?
Album remix ini sudah kita rencanakan sejak The Osaka Journals dirilis. Ada beberapa alasannya; yang utama karena Sajama Cut memang memiliki banyak sisi, selain sisi musikal kita yang mungkin lebih dikenal oleh orang pada umumnya. Selain itu album remix ini juga memberikan kesempatan untuk bekerjasama dengan banyak musisi dari berbagai genre. Dan tidak ada cara yang lebih efektif untuk mengalami progress musikal dibanding bekerjasama dengan musisi-musisi dari genre-genre yang berbeda.

Banyak yang menantikan album terbaru kalian, kenapa kok malah rilis album remix?
Harusnya album remix ini dirilis sekitar tahun 2007, tapi karena beberapa hal, baru bisa dirilis tahun ini. Materi baru kita sudah siap, tapi kita rasa album remix ini bisa jadi jembatan yang bagus antara materi lama dan baru Sajama Cut.

Ada rencana merilis album baru dalam waktu dekat?
Ada, mudah-mudahan secepatnya setelah album remix dirilis, kita bisa merilis album baru Sajama Cut.

Tentang The Internationale, apa memang dari awal kalian berniat membuat album remix yang diisi oleh musisi manca negara, kenapa?
Iya, sudah direncanakan dari awal. Ada beberapa teman kita dari Australia dan Belanda yang me-remix beberapa lagu lama kita untuk materi DJ mereka. Meskipun remix-remix mereka akhirnya tidak kita pakai, tapi ide awalnya muncul dari situ.

Bagaimana sih caranya Sajama Cut bisa bekerja sama dengan musisi internasional? Mungkin bisa menjadi tips buat teman-teman musisi yang lainnya…
Yang utama harus punya networking yang kuat. Mayoritas remixer yang terlibat di Internationale juga kita kenal dari mulut ke mulut dan hasil rekomendasi. Contohnya begini; salah satu orang pertama yang gue hubungin adalah Yokemura dari YMCK, dan dari dia kita dikenalkan dengan artis-artis chiptune dan 8-bit yang lain. Seterusnya juga begitu, mereka saling rekomendasi artis-artis elektronika yang mereka rasa bakal tertarik dan cocok dengan musik Sajama Cut. Scene-scene mereka sangat kuat, khususnya scene Chiptune yang sangat erat dan aktif.

Bagaimana proses pengerjaan album remix ini?
Ada beberapa yang kita temui secara langsung untuk bertukar materi master dan ide. Tapi mayoritas kita kirimkan master filenya via email dan pos. Ada beberapa yang prefer pos, karena file-file masternya lumayan besar, dan gak semua artist-artist itu memiliki akses internet yang cepat. Pada dasarnya kita kasih mereka kebebasan total untuk meremix materi sesuai dengan ciri remixer itu masing-masing. Tapi kita juga saling bertukar ide mengenai aransemen secara keseluruhan, dan sebelum remix final dikerjakan, kita bertukar-tukar rough remixes sekitar 1-2 kali dulu, suapya bisa dilihat bagian mana yang kuat dan bagian mana yang kurang dan masih butuh pengerjaan.

Kalian tidak takut album remix-nya disambut dengan sedikit jenuh, karena materi yang di remix adalah materi lama? (saya pribadi sih suka dengan hasil remix-nya, hehehe)
Hehe….yah kita sudah gak kaget kok akan hal-hal yang berhubungan dengan sales. Materi non-remix kita pun cukup segmented marketnya, jadi kita punya target realistis mengenai album remix ini. Untuk Sajama Cut, yang penting bukan kuantitas abg yang membeli album kita karena kita band "indie" yang sedang hip, tapi kualitas orang-orang yang mendengarkan musik kita karena benar-benar mengerti apa yang kita sampaikan.

Beberapa lagu, di remix oleh beberapa musisi, sehingga lagu tersebut jadi muncul banyak versi remix, kenapa begini? kok tidak dipilih satu remix saja?
Ide awalnya memang album ini hanya sebagai EP saja, yang kemudian menjadi sebuah album 10 lagu, yang kemudian menjadi album 20 lagu, yang kemudian menjadi album 20 lagu dengan video art. Buat kita, ini snowballing effect yang membuat menjadi musisi itu seru.

Versi remix yang mana yang menjadi favorit kalian? Kenapa?
Kalau gue pribadi suka dengan Fallen Japanese nya Sawako Troncolon yang ambient. Tapi mayoritas anak-anak suka dengan remixnya Boy VS Bacteria dan READYdot.

Versi remix yang mana yang diluar harapan kalian? Kenapa?
Season Finale versi Karl Maka yang bernuansa New Order yang sangat gue suka. Itu benar-benar remix yang membawa lagunya menjadi sebuah versi lain yang bisa berdiri menjadi lagu sendiri yang enjoyable tanpa embel-embel remix.

Ada versi remix yang menurut kalian mengejutkan, atau berubah begitu drastisnya? Kenapa?
Mengejutkan sih tidak ada. Karena kita sudah familiar dengan karya-karya semua remixer ini. Ada beberapa perubahan yang memang sangat drastis, tapi memang itu tujuannya. Karena, untuk kita, itu memang tujuan remix dan kover version; untuk memberi perspektif yang baru akan sebuah lagu tertentu. Bukan seperti kover-kover version banyak band-band muda sekarang yang tidak ada bedanya dengan versi aslinya; paling hanya penambahan distorsi yang di compress sampai kering. Nothing's more boring and pointless than that. Omong-omong, beberapa remix yang lebih eksperimental dan tidak bisa masuk dalam Internationale karena keterbatasan ruang, akan dirilis secara terbatas nanti, dengan format yang cukup asik.

Apakah kalian merasa versi remix lagu kalian terintegrasi dengan baik, dengan ciri khas musisi yang me-remix? Apakah sudah blend dengan baik? Puaskah kalian?
Sangat. Tidak ada satupun remix dimana kita merasa tidak puas. Gue pribadi merasa, dengan format yang ada, remixer-remixer ini telah berhasil memasukan keprinbadian mereka ke setiap hasil remix nya.

Bekerja sama dengan musisi Internasional, apa nggak ribet? versi remix yang mana yang pengerjaannya paling repot?
Semuanya relatif sama waktu pengerjaanya. Gak ada keribetannya karena prosesnya berjalan dengan lumayan efisien. Kita sudah memperhitungkan kesulitan-kesulitan yang mungkin ada dari awal, seperti proses transfer files. Tapi bahkan hal-hal itu pun tidak benar-benar membuat repot.

Standarisasi kualitas teknis, bagaimana cara mengontrolnya? Mengingat yang membuat kan berbeda-beda. Apakah di mastering lagi oleh Sajama Cut?
Semua remix kita master sendiri di studio Movement milik Sajama Cut. Itu pun tidak banyak tweaking yang terjadi, lebih ke compression dan sedikit permainan EQ. Dari awal kita sudah membahas dengan para remixer level-level yang kita prefer.

Bisa nggak, kalo album ini dibilang sebagai salah satu upaya penyetaraan musisi Indonesia dengan musisi Internasional?
Level kesetaraan itu kan hanya ada di kepala masing-masing orang. Semacam stigma yang dimiliki masyarakat. Banyak musisi luar yang lebih bagus, tapi banyak juga kok yang busuk. Boyband-boyband metal yang sekarang lagi terkenal dan sering manggung kesini itu juga dari luar kan? Buat kita, ini lebih untuk menunjukan bagaimana musik dan seni itu tidak memiliki batas.

Apa sih susah dan mudahnya membuat album remix seperti ini?
Mungkin proses penungguannya, dimana tidak ada yang bisa dikejakan itu yang paling susah. Karena kita memang terbiasa selalu aktif mengerjakan sesuatu, jadi moment-moment dimana kita harus menunggu jadinya sebuah remix itu yang menjadi problem.

Sebenarnya apa yang ingin disampaikan oleh Sajama Cut melalui album remix ini?
Kita berusaha untuk tidak memiliki "pesan" dengan musik kita. Satu; karena itu sangat klise, dan kedua; karena penjelasan akan sebuah karya seni, baik lagu, lukisan, pahatan, dll, justru mengurangi nilai karya seni itu sendiri. Kita rasa album ini dan musik Sajama Cut akan lebih bernilai, kalau pendengar memiliki intrepetasi pribadi mengenai arti musik kita.

Oke, apa harapan Sajama Cut dengan merilis album remix ini?
Hmm…mungkin supaya orang mengetahui luasnya genre musik yang ada. Untuk orang-orang yang sudah lama mendengarkan musik, mungkin ini sudah biasa, tapi bagi anak-anak yang lebih muda, bagus kalau album ini bisa memperkenalkan mereka pada IDM, Breakcore, dan musik-musik ekesperimental lainnya. Orang juga perlu tahu bahwa Sajama Cut memiliki banyak sisi yang berbeda.

Sekarang tentang album berikut, ada bocoran atau informasi tentang album atau rilisan baru dari Sajama Cut?
Kita belum bisa memberi detail rilis sekarang, karena belum 100% fix. Tapi yang pasti, kita telah berkembang jauh secara musikal, namun pada saat yang sama lebih meng-embrace pengaruh-pengaruh lama kita, seperti indie rock akhir 80-an dan awal 90-an.

Dalam tempo beberapa tahun setelah Osaka Journal, progress musical Sajama Cut sudah berkembang seperti apa?
Itu mungkin lebih baik dinilai oleh pendengar nanti setelah album baru kita dirilis. Yang pasti, dari Apologia ke Osaka Journals mungkin cukup mengagetkan beberapa orang. Kita rasa album baru kita juga melakukan hal yang sama. Musik-musik baru yang mengagumkan terus berdatangan, dan itu terus menginspirasi kita untuk berkembang secara musical. Gue rasa terlalu banyak band yang hanya terus me-recycle sisi-sisi komersil mereka, yang mungkin cerdik secara komersil, namun sangat menyedihkan secara artistik.

Ada band baru yang menarik perhatian kalian (lokal maupun luar)? Kalau ada, siapa?
Ini mungkin tidak termasuk band-band baru semua, tapi band-band yang relative muda; Black Dice, Deerhunter, Errasa Errata, US.Girls, Ex-Models, HEALTH, Black Moth Super Rainbow, Ilyas Ahmed, tipikal band-band yang lagi hip. Akhir-akhir ini kita lebih sering mendengarkan Nina Rota, Glenn Branca, Wire, Swans, Sun Ra, dan tentu saja Leonard Cohen.

Bagaimana internet bisa membantu band-band seperti kalian pada jaman sekarang ini?
Yang pasti, batas antara pemusik dan pendengar jauh berkurang. Proses produksi dan manufaktur yang biasanya memakan waktu juga jauh kebih berkurang. Dulu orang harus menunggu 6-8 bulan untuk albumnya dirilis setelah proses produksi selesai. Sekarang siapapun bisa menulis lagi pada hari Senin, merekam nya pada hari Selasa, dan pada Rabu lagunya sudah bisa didengarkan banyak orang.

Karena kalian sedikit banyak sering menyinggung budaya Jepang, siapa artis JAV (Japan Adult Video) favorit kalian selain Maria Ozawa? Hahaha…
Maria Ozawa itu Samsons-nya AV. Jauh terlalu mainstream. Sebenarnya orang mengira kira banyak berhubungan dengan dunia AV, tapi sebenarnya kita hanya menggunakan analogi itu di satu lagu saja "Idol Semen", dan lagu itu pun lebih membahas perbedaan pilihan hidup yang dimilki banyak orang pada usia-usia mudanya.

Lebih suka artis JAV dengan wajah oke atau body oke?
Kalau mereka punya kepribadian, mungkin kepribadiannya. Ha!

Oke, enough about JAV, seperti apakah Sajama Cut dalam 5 tahun ke depan?
5 tahun? Tidak banyak, kita masih berusaha membuat musik sebagus mungkin yang bisa kita buat. Mudahan kita bisa lebih banyak berkolaborasi dengan seniman-seniman dari berbagai institusi yang berbeda. Supaya keren, mungkin salah satu dari kita sebaiknya mati dengan tragis. Tapi jangan gue.

Bagaimana kalian melihat kondisi industri musik Indonesia belakangan ini?
Industrinya sampah seperti biasa. Musiknya jauh berkembang, tapi itupun lebih ke band teman-teman kita yang bagi gue beroperasi di lahan yang berbeda dan jauh lebih bernilai dari "industri" musik pada umumnnya. Sayangnya mental bahwa musik itu adalah "hiburan tralalalala" bagi rakyat, dan bukan sebagai medium untuk progresi, masih sangat ada. Gue tidak mau buang nafas untuk membahas begitu banyaknya remaja yang berdandan seperti anggota Television, tapi mendengarkan band-band versi lokal dari Coldplay/Muse/band hip lainnya, sama sekali tanpa ketertarikan pada sejarah yang ditawarkan. Gue gak bilang bahwa semua orang mendengarkan Rachmaninof, tapi standardisasi kita harus dinaikan.

Any last words for readers?
Thanks untuk supportnya selalu. Kita tidak selalu bisa menjawab messages dan email yang masuk, tapi kita selalu berusaha setiap kali ada waktu luang.

Terima kasih Sajama Cut, sukses selalu!
Thanks Jay. Sukses juga untuk Mellon Zine.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Somehow, I have the chance to interview Sajama Cut. The main urgency, of course related to the release of The Internationale, remix album of Sajama Cut, contain remix of The Osaka Journals by international musician. Not many bands from this country could make the same work. Mostly we've talked about The Internationale, instead there are chat about Maria Ozawa as the mainstream of AV world, and metal boyband who came to Indonesia lately. Interview below answered by marcel for Sajama Cut. Just check them out!

Hello Sajama Cut, how are you?
Fine. Thanks.

Sajama Cut, where have you been, long time no news about you?
About half a year after The Osaka Journals, we started pre-production process for new songs, it takes quite a long time. Mainly because we tried to filter out songs, that about 30 songs, become 10 songs that finally recorded. We’ve done some other projects, such as remix album and video at collaboration with our friends like David Horvitz and Raquel Meyers. There are many others that we’ll be released next year.

Who are lined up Sajama Cut now?
Marcel (Vocal, guitar), Dion (Guitar), Randy (Bass), Andre ( Keyboards), dan Banu (Drum).


How is the story of the changing formation till now?
Sajama Cut's concept more on revolving door; where there is many change, just like the music being made. For us, the most important is the music. And if that means; me not appearing in a song, or Dion not playing guitar, or Banu not playing the drums, etc, than so be it. The important thing is, we always look for a way, how the song are represented as good as possible. We are free form limitation that come from a group that is constant and static. Because, we must admit, 4 or 5 or 6 same peoples have their musical limitation. Thats why we oftenly see bands, who have brillian personels like the Beatles, Velvet Underground etc, still colaborate with other party. In Sajama Cut, we are always in colaboration.

Hmm... Is Sajama Cut kind of Marcel-project? It's only Marcel who come from the old formation, isn't it?
I guess so. But it makes them sound like ego-project, and for me it's more on limitless project. So, if in the next album, it might; the songs is better without vocal or my keyboard or guitar playing, then so be it. I mean, i'm not run for myu name to always appear in th album credit. More on maximize the work.

Okay, but, isn't it difficult to identified the band itself?
Yeah, I see what you mean. I think we did this with a believe that the line is still there. May be because the songwritter always the same, or maybe we have our own work-flow. The example, if peoples listen to Apologia then The Osaka Journals, outside its "physically" differ, the Sajama Cut feel is there. It based on traditional pop song writing, but always different in package.

Sajama Cut in the future might be marked as Marcel's band. Just like Netral as Bagus's band, for example...
It might be. I always try to see SC as a collective, other than one-person ego project. But i don't know, the band now, have a very good potential and chemistry, and the lads have huge potential to write song and contributing stuffs. We'll see.

Okay, the big question is, why did Sajama Cut make this remix album?
This remix album had been planned since the release of The Osaka Journal. There are several reasons; mainly because Sajama Cut itself have many sides, beside the musical ones, that generally known. In the other hand, the remix album, give us a chance to work together with many musicians from many genres. And there is no more effective way to achieve musical progression, other than work together with musicians from different genre.


Many peoples wait about your new album, so, why you made a remix album instead of new album?
This remix album supposed to be released in 2007, but because several things, it is released this year. Our new songs are ready, but we think this remix album could be a good bridge between old stuff and new stuff of Sajama Cut.

Any plan to release new album, soon?
Yes there is. As soon as the remix album released, we could release the new album of Sajama Cut.

About The Internationale, are you planned this from the beginning to make an album contain international musician, why?
Yes, we’ve planned it from the beginning. There are several friends from Australia and Netherland who were remixed some our old songs for their DJ stuff. Although their remix not entered into the remix album, but the idea come from there.

How can Sajama Cut work with international musician? may be it would be tips for other musician…
Mainly, we must have a strong networking. Majority, remixer that work in the album, we know them from mouth to mouth and recommendation. It’s like this; the first person that I called is Yokemura from YMCK, and from him, we know another chiptune and 8-bit artists. It works like that, they recommend another electronic artist, that they think would be interested and match with Sajama Cut music. Their scenes are strong, especially chiptune scene, who is very active and close.

How is the process in the making of the remix album?
We’ve met directly with some of them to exchange master work and idea. But mostly we send the master file via email and postal. Some of them prefer postal, because the master file are huge, and not all artists have the access to broadband-fast internet. Mainly, we give them freedom to remix the songs, as the way they are. But, we also exchange idea about the arrangement overally, and before the final remix is done, we exchange rough remixes about 1-2 times before, so we can take a look, which part is strong, and need enhancement.

Don’t you afraid, the remix album listeners will be a bit bored, because the songs remixed are old songs? (personally, I like the remix, though, hehehe)
Haha… Yeah, we were not shocked anymore with any-sales-related-things. Our non-remix items are quite segmented, so, we have realistic target about the remix album. For Sajama Cut, the important thing is not the quantity of teenage who buy our album, because we are a hype “indie” band, but the quality of the peoples who listen to our music, because they really know what we are trying to deliver.

Some songs remixed by multiple musicians, so that song appeared in several remix version, why? Why don’t you pick a single remix?
The idea, previously, this is supposed to be an EP, then become a 10 songs album, then become 20 songs album, then become 20 songs album with video art. For us, this is snowball effect that make it feel great to be a musician.

Which remix is your favorite? Why?
Personally I like Fallen Japanese by Sawako Troncolon, it is ambient. But, mostly the lads like remix by Boy VS Bacteria and READYdot.

Which remix become unpredictable? Why?
Season Finale by Karl Maka, it is very New Order, I like it so much. It is really a remix that made the song become completely other version that could stand alone as a single song without remix tag in it.

Are there any remix that you consider shocking and distinctively different? Why?
There are no shocking things. Because we are quite familiar with the works of the remixer. There are some significant changes, but that is the goal, actually. For us, that is the goal of remix and cover version; to give a new perspective of a song. Not a cover songs by many nowadays newbreed bands that is no different with the original version; only added some distortion and compressed until feel dry. Nothing's more boring and pointless than that. By the way, some remix that are more experimental and can’t be inserted in Internationale because space limitation, will be released next, with a noce format.

Do you feel the remix version of your song, integrated nicely with the remixer musician musical style? Is it blend nicely? Are you satisfied?
Very satisfied. There are no single remix we feel dissatisfied. Personally I feel with the present format, those remixer are succeed to put in their style in their remix work.

Work together with international musician, isn’t it difficult? Which remix version that you feel the work is most difficult?
Everything relatively just the same. No difficulty because the process considered efficient. We’ve predict the difficulties that might come from the beginning, such as transfer files process. But, that thing, actually not so difficult.

How to control the technical standard? Consider the remixer is different. Do you mastering the work again yourself?
All remix mastered by us, in Movement Studio, Sajama Cut’s own studio. There are not much tweaking in the process, much more on compression and equalizing. From the beginning we’ve discussed our preference level with the remixer.

Is this album could be said as an effort to equalize Indonesian musician with international musician?
The equivalent level is inside each people’s head. Just like a stigma in society. There are many better musicians abroad, but there are many worse musicians too. Those metal boyband who came here are form abroad too, right? For us, this is more to show that, how music and art are limitless.

What are the difficult and easy things to make this remix album?
Maybe the waiting process, where there are nothing to do, it is most difficult. Because we used to be active working on something, so, moment where we have to wait a remix to be done is the problem.

Actually, what is Sajama Cut trying to say through this remix album?
We try to have no “message” with our music. First; because it is so cliché, and second; because a description of an artwork, such as song, painting, sculpture, and many other, would be decrease its own value. We think, this album and Sajama Cut music would be more valued, if the listener have their own interpretation about our music.

Okay, what are Sajama Cut hopes with the release of this remix album?
Hmm… May be peoples could found the extensive variance of present musical genre. For the peoples who used to listen to music, it might be not so special, but for the younger peoples, it would be good if this album could recognize them to IDM, Breakcore, and much more experimental music. Of course, peoples need to know different sides of Sajama Cut.

Now, about the new album, are there any information you could tell us?
We couldn’t give release details yet, because it’s not 100% fix. But, surely, we’ve been increased musically, but at the same time we are embrace our old influences, like late 80’s and early 90’s indie rock .

Years after Osaka Journals, how is the musical progression of Sajama Cut?
It might be better rated by the listener, later after release of the new album. Certainly, from Apologia to Osaka Journals may be startled some peoples. We think the new album will do so. Amazing new music, keep coming, and that’s make us inspired to progress musically. I think there are too much bands that is only recycling their commercial sides, it might be commercially smart, but artistically pathetic.

Any new bands distract your attention? Who?
These is might be not new bands, but relatively younger bands; Black Dice, Deerhunter, Errasa Errata, US Girls, Ex-Models, HEALTH, Black Moth Super Rainbow, Ilyas Ahmed, typically hype band. Lately we were listen to Nina Rota, Glenn Branca, Wire, Sun Ra, and of course Leonard Cohen.

How can be internet help bands like you, nowaday?
Definitely, border between musician and listener is lessen. Production process that is used to time-consuming, now significantly decrease. Formerly, we must wait 6-8 months to release an album after the production process. Now, everyone could write a song in Monday, record it on Tuesday, and on Wednesday the song could be listened by many peoples.

Because you guys more or less talk about Japanese culture, who is your favorite JAV artist, except Maria Ozawa? Hahaha…
Maria Ozawa is far too mainstream. Actually many peoples think we are related to AV world, but the fact is, we only use the analogy in one song, “Idol Semen”, and the song more on differentiation of way of life that I owned by many peoples in their younger age.

Which one do you prefer of JAV artist, pretty face or sexy body?
If they have personality, might be the personality. Ha!

Okay, enough about JAV, what would Sajama Cut likes at the next 5 years?
5 years? Not much, we still try to make music as good as possible. I hope we could work with another artist form different institution. May be, one of us should be dead tragically, it’s cool. But not me.

How do you see Indonesian music industry lately?
The industry is garbage as usual. The music is far growing, but, it’s more on our friends bands, that for me, operate in different field, and much more precious than the music “industry” generally. It’s a shame, that mentally, music as a cheapy entertainment for peoples, not as medium for progression, is still there. I won’t breath out to discuss about so many teenage dress up like Television , but listen to local version of Coldplay/Muse/another hype band, without any interest of the history offered, at all. I’m not saying that everybody must listen to Rachmaninof, but our standard must be up-lifted.

Any last words for readers?
Thank you for your support. We couldn’t always reply messages and email that come in, but we always try to answer that.

Thank you Sajama Cut, success!
Thanks Jay. Success too for Mellon Zine.


*Interview, words and translate by: Jay
*Photo from Sajama Cut

Posted by SajamaCut on Jun 19, '08 1:11 PM for everyone
A video for the remix by YMCK, animated by Hirounko (Tokyo Japan).



Download this and other original video files with Multiply Premium.

Posted by SajamaCut on Jun 2, '08 1:19 PM for everyone
Official video for Fin (VGO remix) directed by Raquel Meyers



Posted by SajamaCut on Jun 1, '08 1:16 PM for everyone
  

THE INTERNATIONALE – Sajama Cut remix album out June 2008

Hampir tiga tahun setelah merilis The Osaka Journals LP, Sajama Cut kembali dengan format presentasi audio yang orisinil dan unik. L'Internationale; sebuah album remix yang memberikan frase "globalisasi" sebuah pengertian yang baru.

Lebih dari dua puluh musisi/produser/video-artist dari berbagai negara me-remix lagu-lagu dari The Osaka Journals dengan kebebasan intrepetasi yang mencakup berbagia format musik elektronica dan visual. Termasuk diantaranya; digitaliasi musik pop-electronic oleh Henry Foundation dari Goodnight Electric,  kehangatan produksi IDM dari musisi experimental asal New York; Sawako , nuansa nostalgia Chiptune/8-bit dari YMCK, Sintecoraz, dan Boy Vs Bacteria, unsur machismo Industrial-Electronica yang diberikan oleh Detong dari Prague dan Brain dari Italy, sampai nuansa retro new wave 80-an The Karl Maka dari Singapura.

Mereka yang terlibat berasal dari, antara lain; Perancis, Inggris, Venezuella, Jepang, Singapura, Italia, Amerika, Luxembourg, Yunani, Jerman, Skotlandia, Indonesia, dll, serta 3 video musik dari visual-artist internasional; Raquel Meyers dari Madrid, Spanyol; yang membuat video untuk Fin (VGO remix) menggunakan visual 8-bit yang sesuai, David Horvitz, dokumentarian resmi band eksperimental ternama Xiu Xiu; dari Brooklyn, New York, dan Hiroko Kosugi, seniman Jepang yang sedang meniti ilmu di London, Inggris, yang mem-visualisasikan video untuk Nemesis/Murder (YMCK mix), dengan stop-motion menggunakan medium charcoal (arang).

L'Internationale mengumpulkan intrepetasi-intrepetasi artist-artist ini menjadi sebuah koleksi yang variatif, tanpa menghilangkan nuansa melankolis Sajama Cut yang familiar.

TRACKLISTING:

1.Season Finale (Boy vs. Bacteria) – STOCKHOLM, SWEDEN
2.Fin (Sintecoraz) – , CARACAS, VENEZUELA
3.Kyoto (The Karl Maka) – SINGAPORE
4.Nemesis/Murder (YMCK) – TOKYO, JAPAN
5.Scarlet (Pu King Dinnerguest) – OSLO, NORWAY
6.Fin (Video Game Orchestra) – ATHENS, GREECE
7.Fallen Japanese – (Henry Foundation) – JAKARTA, INDONESIA
8.Seasons:
I.(The Karl Maka) – SINGAPORE
II.(202 Project) – SAINT-ETIENNE, RHôNE-ALPES, FRANCE
III.(Super Multifaros) – SWEDEN
IV.(Detong) – PRAGUE, CZECH. REPUBLIC
9.Idol Semen (R.E.A.D.Y DOT) – LUXEMBOURG
10.Fin (Brain) –ITALY
11.Lagu Tema (Cacat Nada) – JOGJAKARTA, INDONESIA
12.Fallen Japanese (Tokay Tokek) – ROERMOND, NETHERLANDS
13.Alibi (Arcadecoma) – EDINBURGH, SCOTLAND
14.Take Care, Inamorata (Hello Stereo) – SEMARANG, INDONESIA
15.Fallen Japanese (Troncolon) – NEW YORK CITY, USA 
ENHANCED CD (Music Videos)
1.Fin (VGO Mix) Video, directed by Raquel Meyers from Madrid, Spain
2.Nemesis/Murder (YMCK mix), video by Hiroko Kosugi from Japan
3.Fallen Japanese (Sawako mix), video by David Horvitz from Brooklyn, NYC

FOR MORE INFO, PLEASE CALL ERIC AT 0856-232-9958


Posted by SajamaCut on Mar 12, '08 4:45 AM for everyone



Posted by SajamaCut on Mar 10, '08 2:08 AM for everyone
from L'Internationale. YMCK is from Tokyo, Japan.
nemesisYMCK Remix sajama cut 


Posted by SajamaCut on Mar 9, '08 4:40 AM for everyone

Posted by SajamaCut on Mar 9, '08 4:20 AM for everyone
from 'L'Internationale. 202 Project is from Saint-Etienne, France.
Season Finale - 202project - France   

Posted by SajamaCut on Mar 9, '08 4:19 AM for everyone
Category:Other
Mail order:
Email: info@crazyfoxlabs.com
www.crazyfoxlabs.com
or SMS (No call) : (021) 9355-1251
include your NAME, ADDRESS, PHONE, DESIGN (Plane/Bunny/Blue Logo/Magician),
SIZE (S, M, L)

Also available at:
Endorse
Tebet Utara Dalam No 5 Jakarta Selatan
Telp: 021-83792616

Syubidupappap
Jl. Balai Pustaka Raya 15A Rawamangun,
Ph: 021-4895885

Premium Nation
Jl. Cempaka Putih Raya No.10B, Jakarta Pusat.
Tel (021) 424 0735

Monik
Jl. Trunojoyo no.19 Bandung



Posted by SajamaCut on Mar 9, '08 3:58 AM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Note
Guestbook
   
theliemshop wrote on Nov 1, '09
hai bro pa kabar semua? :)
makasi ya tahun kemaren uda mo manggung free dalam kegiatan sosial kampus gw.
miss u all
sepunten wrote on Oct 12, '09
alibi song.... ok!
produkgrosir wrote on Sep 4, '09
Promosikan produk anda secara gratis di http://www.produkgrosir.com, pasang iklan gratis dan dapatkan pembeli yang perpotensi. Tidak di kenakan biaya apa pun dan tidak ada tanggal expired untuk listing produk anda. Jangan lewatkan kesempatan emas ini!
bajinganlaknat wrote on Apr 20, '09
just droppin by...




bajinganlaknat was here
sajamacut wrote on Jan 15, '09
Whats up people!!! its been a while!! Susah nih mau buka multiply....gampangan facebooknya yah? Haha
voidancers wrote on Jan 8, '09
i won't die tommorrow if i see your new hero :)
ilmaffectional wrote on Dec 10, '08
hai hai hai! :D
theaftermiles wrote on Dec 3, '08
Guys… Single Album The Aftermiles yang bernama KIDS ON RIOT dah keluar di radio trax.. buat kalian yang mau request lagu kita, sms aja 0811971014 ketik : KK (spasi) nama (spasi) umur (spasi) nama sekolah/kampus (spasi) THE AFTERMILES KIDS ON RIOT pesan!

thanks for your support

cheers
sajamacut wrote on Oct 16, '08
Ninilmotik-

Nanti album kita yg baru didengerin lagi untuk perjalanan yg lebih panjanggggg hehehe
sajamacut wrote on Oct 16, '08
Monemtum udahgakt au kemana pak..nanti kita coba cari dan upload lagi ke website..
fakhritaksendiri wrote on Oct 9, '08
Less Afraid mantap lah...
outstandjing wrote on Oct 9, '08
minta mp3 Momentum Di Mana Terluka. Kasetnya hilang, dulu beli waktu dihebohkan di forum trolleymagazine
ninilmotik wrote on Aug 20, '08
Suka banget ama lagunya...

Kalo denger lagunya..keinget perjalanan Surabaya-Bandung naek kreta...

(artinya = sepanjang perjalanan Surabaya-Bandung yang didengerin cuma Sajama Cut tok...)

:p
landuth wrote on Jul 25, '08
minta lirik lagunya nameismurder YMCK sm it was kyoto where i died donk,,
faridrock wrote on Jun 19, '08
ditunggu ya
makasih banyak
sajamacut wrote on Jun 19, '08
Farid'

Nanti kita coba cariin lagi liriknya untuk lagu-lagu Apologia. Thanks.
faridrock wrote on Jun 15, '08
Less Afraid

It was the skies
It was her scent
And her life
You could catch me of fall down

I guess it’s been
A little while since I’ve slept
But I’ve dreamt you going down
Mistakes are made from the moment we met
Mistakes are made to last
Mistakes are met but are never acquired
Pastiches, La mere – pisstakes are made

Outside, you can be anyone you want
Outside, you can be with anyone you’d want

We all wore black
And screamed out from your darkened shed
“These ladies aren’t here to serve you”
Your silent moans
“A sacrament without a toast”
We’ve all seen me going down to your ground
Stabs are made of turbulent lies
Stabs are made in pasts
Stabs are often as words forgotten
(Your) stabs are fate- stabs are made
I’ve never meant it the way it came out
Ghosts of sleepless streets
The dead of night, the death of silence
This room, it hasn’t been any quieter (each night takes flight)

I’d love for you to have loved me
Shipped are the sails of seas
The words of those, the dead, the silenced
This room it shouldn’t be any quieter
faridrock wrote on Jun 15, '08
minta lirik2nya dong
posting!
1. Momentum Dimana Terluka
2. Romatika Haram
3. Nostalgia Laknat
4. Murtadnya Diriku
5. Lagu Dosa
6. Analogi Sayat
7. Terdampar
8. Elegi
9. Berjalan di Atas Gelas Kaca
10. Pecah/Belah
11. IY
12. Mari Bunuh Diri
popwillneverstop wrote on Jun 15, '08
manggung ke bogor dong bro
hehe
sleepinghandsome wrote on May 21, '08
iya minta lirik less afraid donk
daliminson wrote on Apr 23, '08
halou....
salam kenal teman2,
salah seorang penikmat Sajama Cut hadir.....
karbelmega wrote on Apr 4, '08
haii all..
i luv ur music . x))
theaftermiles wrote on Mar 12, '08
Hallo our dearest friends ^^
sayapimaji wrote on Mar 9, '08
wah, udah lama banget ga liat Sajama Cut manggung. kapan lagi?
dmazone wrote on Jan 18, '08
kata ardi mo bikin clip ya? jadi ga?? hehehehe
cucciocool wrote on Dec 26, '07
minta lirik Less Afraid dunk...
faridrock wrote on Nov 4, '07
Halooooo, What's Up????
Ketemu lagi....
brokensss wrote on Oct 2, '07
Hai....gmn kabar??
Pages:12